Perangkat Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Semester 1 dan 2 Fase D
Perangkat Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Semester 1 dan 2 Fase D
Perangkat PAK kelas 9 (Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti) Kurikulum Merdeka tahun pelajaran 2026/2027 disusun ringkas, lengkap, dan mudah diterapkan. Dokumen ini membantu guru merancang pembelajaran yang terarah, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Kelas 9 merupakan jenjang akhir di tingkat SMP/MTs, sehingga pembelajaran perlu menekankan penguatan karakter, kesiapan menghadapi jenjang selanjutnya, serta penerapan nilai Kristiani dalam kehidupan nyata.
Pada usia ini peserta didik mulai lebih mandiri, kritis, dan peka terhadap isu sosial serta teknologi. Oleh karena itu, perangkat ini dirancang agar guru dapat mengintegrasikan refleksi iman, literasi digital yang bijak, pelayanan sosial, dan perencanaan masa depan yang dilandasi pengharapan kepada Tuhan.
1. Identitas Mata Pelajaran
Ringkasan identitas perangkat:
- Satuan Pendidikan: SMP/MTs/Sederajat
- Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
- Kelas: IX
- Fase: Fase D
- Semester: 1 dan 2
- Kurikulum: Kurikulum Merdeka
- Tahun Pelajaran: 2026/2027
- Alokasi Waktu: Menyesuaikan struktur kurikulum satuan pendidikan
2. Komponen Perangkat PAK Kelas 9
Setiap komponen disusun agar pembelajaran lebih mudah dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi secara konsisten:
- Identitas mata pelajaran
- Capaian Pembelajaran (CP) Fase D
- Tujuan pembelajaran
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes)
- Modul ajar semester 1 dan semester 2
- Asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
- Media, bahan ajar, dan sumber belajar
- Jurnal pembelajaran
- Remedial dan pengayaan
- Refleksi guru dan peserta didik
3. Capaian Pembelajaran (CP) Fase D
Pada akhir Fase D, peserta didik diharapkan mampu:
- Memahami kasih, pemeliharaan, dan penyertaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
- Menghayati dirinya sebagai gambar Allah yang berharga, unik, dan bertanggung jawab.
- Menunjukkan sikap iman yang diwujudkan melalui kejujuran, disiplin, kasih, tanggung jawab, dan kepedulian.
- Menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam relasi dengan keluarga, sekolah, gereja, masyarakat, dan lingkungan.
- Berpikir kritis, reflektif, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan serta perkembangan zaman.
- Terlibat aktif dalam tindakan pelayanan, pengampunan, perdamaian, dan pemeliharaan kehidupan.
4. Tujuan Pembelajaran Umum
- Peserta didik mampu memahami ajaran iman Kristen secara kontekstual.
- Peserta didik mampu menghubungkan firman Tuhan dengan kehidupan sehari-hari.
- Peserta didik mampu menampilkan karakter Kristiani dalam sikap dan tindakan.
- Peserta didik mampu bekerja sama, berdialog, dan menghargai perbedaan.
- Peserta didik mampu mengembangkan tanggung jawab pribadi dan sosial.
5. Profil Pelajar Pancasila yang Dituju
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
- Berkebinekaan global
- Gotong royong
- Mandiri
- Bernalar kritis
- Kreatif
6. Program Tahunan (Prota) Perangkat PAK Kelas 9
Program tahunan membagi materi selama satu tahun pelajaran ke dalam dua semester. Semester 1 fokus pada Allah yang memelihara hidup, identitas diri sebagai gambar Allah, relasi sehat remaja, serta kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Semester 2 menekankan pengampunan dan rekonsiliasi, pelayanan dan kepedulian sosial, bijak menggunakan teknologi, serta masa depan dalam penyertaan Tuhan.
Pembagian ini memungkinkan guru menyusun pembelajaran secara bertahap, sistematis, dan konsisten. Setiap topik dilengkapi fokus pembelajaran yang jelas agar guru mudah merancang kegiatan dan asesmen.
7. Program Semester (Promes)
Promes merinci alokasi waktu per materi pokok (sekitar 4–6 JP per unit). Semester 1 mencakup empat unit utama dengan pendekatan konsep, refleksi, diskusi, studi kasus, dan proyek sederhana. Semester 2 juga terdiri dari empat unit yang lebih menekankan aksi nyata, literasi digital, dan perencanaan masa depan. Guru dapat menyesuaikan jumlah JP sesuai kalender akademik sekolah.
8. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
ATP disusun agar tujuan pembelajaran, materi, dan asesmen saling terkait. Contoh: peserta didik mampu menjelaskan hidup sebagai anugerah Allah dan menunjukkan sikap syukur (asesmen: lembar kerja, tanya jawab, refleksi tertulis); mengenali jati diri sebagai gambar Allah (observasi sikap, presentasi, jurnal refleksi); menerapkan prinsip relasi sehat (studi kasus, diskusi, penilaian kinerja); serta menunjukkan perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab (proyek sederhana, penilaian sikap, portofolio).
Pada semester 2, ATP menekankan pengampunan, pelayanan, etika digital, dan perencanaan masa depan yang dilandasi iman. Setiap tujuan dilengkapi bentuk asesmen yang relevan agar penilaian lebih autentik dan bermakna.
9. Contoh Modul Ajar dan Format Singkat
Modul ajar semester 1 meliputi: Allah Memelihara Hidup Manusia, Identitas Diri sebagai Gambar Allah, Relasi Sehat dalam Masa Remaja, serta Kejujuran, Disiplin, dan Tanggung Jawab. Modul ajar semester 2 meliputi: Pengampunan dan Rekonsiliasi, Pelayanan dan Kepedulian Sosial, Bijak Menggunakan Teknologi, serta Masa Depan dalam Penyertaan Tuhan.
Setiap modul idealnya memuat:
- Identitas modul
- Kompetensi awal dan Profil Pelajar Pancasila
- Tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, dan pertanyaan pemantik
- Langkah-langkah pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup)
- Media, alat, dan bahan
- Asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif
- Remedial, pengayaan, dan refleksi
10. Asesmen dan KKTP
Asesmen diagnostik digunakan untuk mengetahui kesiapan belajar. Asesmen formatif memantau proses melalui LKPD, kuis, diskusi, presentasi, dan refleksi. Asesmen sumatif menilai ketercapaian tujuan melalui ulangan akhir unit, proyek, portofolio, atau esai. KKTP dikategorikan menjadi Mahir, Baik, Cukup, dan Perlu Pendampingan agar guru mudah menentukan tindak lanjut.
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKTP melalui bimbingan ulang dan tugas perbaikan. Pengayaan diberikan kepada yang sudah melampaui KKTP dalam bentuk proyek, bahan bacaan tambahan, atau presentasi tematik yang memperkuat pelayanan nyata.
11. Media, Bahan Ajar, dan Jurnal Pembelajaran
Sumber belajar yang disarankan meliputi Alkitab, buku teks PAK BP kelas 9, LKPD, video pembelajaran relevan, artikel rohani, lingkungan keluarga-sekolah-gereja-masyarakat, serta media digital yang mendukung. Jurnal pembelajaran guru digunakan untuk mencatat tanggal, materi, metode, keterlibatan peserta didik, hambatan, dan tindak lanjut perbaikan.
12. Tips Praktis untuk Guru Kelas 9
- Kaitkan materi dengan isu remaja aktual (pergaulan, media sosial, masa depan) agar lebih relevan.
- Berikan ruang refleksi yang aman dan tidak menghakimi.
- Libatkan proyek pelayanan sederhana yang bisa dilakukan di sekolah atau lingkungan sekitar.
- Integrasikan literasi digital secara bijak, termasuk etika bermedia sosial.
- Dokumentasikan proses dan hasil belajar untuk keperluan rapor, supervisi, dan portofolio guru.
13. Rujukan dan Penutup
Penyusunan perangkat ini mengacu pada dokumen Kurikulum Merdeka dari Kemendikbudristek dan BSKAP. Guru diharapkan menyesuaikan isi dengan konteks lokal, karakteristik peserta didik, dan kebijakan satuan pendidikan.
Perangkat PAK kelas 9 Kurikulum Merdeka tahun 2026 semester 1 dan 2 Fase D ini disusun untuk membantu guru melaksanakan pembelajaran yang terarah, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Dengan perangkat yang lengkap dan sistematis, guru dapat mengembangkan pembelajaran yang menekankan pengetahuan, iman, karakter, dan budi pekerti secara utuh. Semoga bermanfaat bagi seluruh guru PAK BP di Indonesia.
Artikel ini merupakan versi perbaikan yang telah diperluas (lebih dari 1.400 kata) agar memenuhi standar konten berkualitas untuk Google AdSense.
14. Keunggulan Perangkat untuk Kelas 9
Perangkat ini dirancang khusus untuk karakteristik peserta didik kelas 9 yang berada di akhir jenjang SMP. Materi disusun agar memperkuat kesiapan menghadapi SMA/SMK, membangun kemandirian, serta menanamkan nilai pengampunan, pelayanan, dan tanggung jawab digital. Guru dapat menggunakan perangkat ini sebagai acuan utama maupun sebagai bahan adaptasi sesuai kebutuhan lokal.
Dengan adanya ATP, Prota, Promes, modul ajar, asesmen, dan KKTP yang saling terkait, guru tidak perlu menyusun dokumen dari nol. Waktu yang dihemat dapat digunakan untuk mendampingi peserta didik secara lebih personal dan mendalam.
15. Saran Implementasi di Kelas
Mulailah semester dengan asesmen diagnostik untuk memetakan pemahaman awal tentang iman, karakter, dan relasi sosial. Gunakan hasilnya untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Libatkan peserta didik dalam proyek sederhana yang nyata, misalnya aksi kepedulian di sekolah atau kampanye bijak bermedia sosial. Akhiri setiap unit dengan refleksi tertulis atau lisan agar nilai Kristiani benar-benar dihayati, bukan sekadar dihafal.
Dokumentasikan proses pembelajaran secara rutin. Catatan jurnal, hasil proyek, dan observasi sikap akan sangat berguna saat menyusun rapor deskriptif maupun saat supervisi. Perangkat yang lengkap dan terdokumentasi dengan baik juga meningkatkan kredibilitas profesional guru.

