Bank Soal Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti Semua Jenjang

Halaman ini menyajikan rincian indikator asesmen sumatif (STS, SAS, PTS, PAS) Kurikulum Merdeka khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Budi Pekerti. Materi dikembangkan secara sah berdasarkan elemen teologis: Allah Berkarya, Manusia dan Nilai-nilai Kristiani, Gereja dan Masyarakat Majemuk, serta Alam dan Lingkungan Hidup.

✝️ 1. Bank Soal PAK & Budi Pekerti Sekolah Dasar (SD)

Kelas / FaseRincian Materi Evaluasi & Indikator Capaian Per Kelas (Sah)
Kelas 1 & 2
(Fase A)
Kelas 1: Pengenalan diri sebagai ciptaan Allah yang istimewa, mengenal anggota tubuh dan fungsinya untuk kebaikan, mensyukuri pemeliharaan Allah lewat makanan, pakaian, dan rumah tinggal.
Kelas 2: Mensyukuri kehadiran keluarga (orang tua, saudara) dan teman bermain, menerapkan sikap rukun di rumah dan sekolah, membiasakan disiplin berdoa dan membaca Alkitab anak sejak dini.
Kelas 3 & 4
(Fase B)
Kelas 3: Memahami kehadiran Allah melalui ciptaan-Nya (cuaca, matahari, hujan), tanggung jawab merawat dan menyayangi hewan serta tumbuhan di lingkungan sekitar rumah.
Kelas 4: Menghormati keragaman suku, ras, dan budaya sebagai anugerah Allah, meneladani nilai kejujuran, keadilan, dan kerja keras dari tokoh-tokoh Alkitab (Yusuf, Daud, Samuel).
Kelas 5 & 6
(Fase C)
Kelas 5: Memahami makna manusia berdosa dan janji penyelamatan Allah, mengenal karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib, serta mempraktikkan arti pertobatan dalam kehidupan.
Kelas 6: Memahami peran Roh Kudus dalam menuntun hidup orang percaya, membangun sikap toleransi beragama di tengah masyarakat majemuk, serta aksi nyata menjaga kelestarian alam dari kerusakan ekologis.

✝️ 2. Bank Soal PAK & Budi Pekerti Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Kelas / FaseRincian Materi Evaluasi & Indikator Capaian Per Kelas (Sah)
Kelas 7 SMP
(Fase D)
• Analisis pertumbuhan aspek fisik, emosi, dan mental remaja yang sehat spiritual sebagai ciptaan Allah.
• Memahami esensi menjadi manusia yang bertumbuh dewasa secara iman rohani.
• Menerapkan nilai kesetiaan, keadilan, dan kasih di tengah kelompok pertemanan sebaya/solidaritas sosial.
• Menyikapi perubahan nilai-nilai sosial dalam masyarakat modern secara kritis berdasarkan firman Tuhan.
Kelas 8 SMP
(Fase D)
• Memahami kedaulatan Allah dalam memelihara, melindungi, dan mendewasakan institusi keluarga Kristen.
• Menghayati peran gereja sebagai persekutuan yang hidup, kudus, dan inklusif bagi kaum remaja.
• Membangun ketahanan iman, ketekunan, dan pengharapan Kristen saat menghadapi penderitaan atau kegagalan.
• Perwujudan kasih yang aktif kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Kelas 9 SMP
(Fase D)
• Peran serta aktif remaja Kristen dalam mewujudkan perdamaian di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.
• Menjunjung tinggi nilai demokrasi Kristen, keadilan hukum, kebebasan beragama, dan Hak Asasi Manusia (HAM).
• Menganalisis peran siswa Kristen sebagai agen pembawa kabar baik dan damai sejahtera di masyarakat.
• Membangun komitmen nyata menjaga keutuhan ciptaan alam dari ancaman eksploitasi lingkungan global.

Struktur Kisi-Kisi Bank Soal Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti Berbasis Kurikulum Merdeka

Dokumen ini menyajikan kerangka regulasi, matriks indikator, dan pemetaan teologis instrumen evaluasi Asesmen Sumatif (STS, SAS, PTS, PAS) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Budi Pekerti. Penyusunan instrumen mengacu secara linear pada Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan oleh badan otoritas pendidikan, yang terbagi ke dalam empat elemen struktural: Allah Berkarya, Manusia dan Nilai-nilai Kristiani, Gereja dan Masyarakat Majemuk, serta Alam dan Lingkungan Hidup.

1. Kerangka Indikator Evaluasi Pendidikan Agama Kristen Tingkat Sekolah Dasar (SD)

Kelas / FaseDeskripsi Kompetensi Asesmen Per Jenjang Kelas Secara Mendalam
Kelas 1 & 2
(Fase A)
Matriks Indikator Asesmen Kelas 1:
• Elemen Allah Berkarya: Mengevaluasi pemahaman peserta didik mengenai eksistensi diri sebagai ciptaan Allah melalui identifikasi keunikan karakteristik fisik dan potensi personal dasar.
• Identifikasi Fungsi Fisiologis: Menguji pemahaman terhadap fungsi panca indra dan anggota tubuh dalam konteks tindakan moral yang konstruktif di lingkungan sosial.
• Asesmen Pemeliharaan Allah: Mengukur kemampuan kognitif dalam mengidentifikasi manifestasi pemeliharaan Allah terhadap kebutuhan primer (pangan, sandang, dan papan).

Matriks Indikator Asesmen Kelas 2:
• Elemen Manusia dan Nilai Kristiani: Menguji kapasitas peserta didik dalam mengekspresikan kesadaran teologis atas keberadaan institusi keluarga inti dan interpersonal sekitar.
• Harmonisasi Sosial: Menilai pemecahan masalah melalui studi kasus terkait implementasi sikap gotong royong, rekonsiliasi interpersonal, dan komunikasi etis di lingkungan domestik serta institusi sekolah.
• Disiplin Spiritual Dasar: Pemetaan instrumen terhadap pembiasaan ritme spiritual harian, mencakup tata cara komunikasi teologis (doa) dan pemahaman narasi Alkitabiah dasar.
Kelas 3 & 4
(Fase B)
Matriks Indikator Asesmen Kelas 3:
• Elemen Alam dan Lingkungan Hidup: Mengukur pemahaman teologis peserta didik mengenai intervensi Allah dalam fenomena alam, siklus meteorologi (perubahan cuaca), dan fungsionalitas benda-benda astronomi terhadap ekosistem bumi.
• Tanggung Jawab Ekologis: Evaluasi tindakan konservasi lingkungan secara aplikatif, mencakup pemeliharaan flora, fauna, serta sanitasi sumber daya air sebagai wujud mandat budaya Kristen.

Matriks Indikator Asesmen Kelas 4:
• Elemen Gereja dan Masyarakat Majemuk: Menguji parameter inklusivitas peserta didik terhadap pluralitas etnis, ras, kebudayaan, dan keberagaman konfesi keagamaan di Indonesia berdasarkan perspektif teologis.
• Analisis Keteladanan Tokoh Historis: Refleksi kompetensi berfokus pada dekonstruksi dan emulasi nilai integritas, keadilan, dan ketekunan dari struktur narasi tokoh Alkitabiah strategis (Yusuf, Daud, dan Samuel).
Kelas 5 & 6
(Fase C)
Matriks Indikator Asesmen Kelas 5:
• Teologi Hamartologi (Kejatuhan Manusia): Menguji pemahaman doktrinal mengenai kausalitas kejatuhan manusia ke dalam dosa, dampak kerusakan moral sistemis, dan janji restorasi ilahi.
• Kristologi dan Soteriologi: Analisis instrumen mengenai signifikansi penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai pemulihan status ontologis manusia di hadapan Allah.
• Buah Pertobatan (Metanoia): Mengukur indikator transformasi perilaku konkret sebagai implikasi dari pertobatan sejati dalam interaksi sosial harian.

Matriks Indikator Asesmen Kelas 6:
• Doktrin Pneumatologi (Roh Kudus): Fokus instrumen pada fungsionalitas Roh Kudus sebagai konsolator, advokat, dan inspirator dalam memimpin komunitas iman historis hingga bimbingan etis pengambilan keputusan masa kini.
• Hubungan Antarumat Beragama: Studi kasus mengenai interaksi inklusif, penghormatan hari besar keagamaan lain, eliminasi diskriminasi, dan resolusi konflik horizontal dalam masyarakat majemuk.
• Responsbilitas Ekologis Makro: Evaluasi peran serta dalam minimalisasi limbah, konservasi energi, dan aksi mitigasi kerusakan lingkungan pada ekosistem lokal.